Sabtu, 30 Oktober 2010

Kotornya Hati Ini,,,,

Jum'at, 30 Oktober 2010. Memang bukan hal yang pertama jum'atan dilingkungan pemkot Semarang, tetapi kali ini ada sesuatu yang lain dan cukup membuat mata ini sedekit berkaca (ada yang mau bercermin?)

Kali ini masuknya lewat gerbang belakang, gerbang ini memang dibukanya hari jum'at tok kayane. Mendekati kompleks masjid terlihat 3 anak kecil penyemir sepatu, dalam hati berkata, "wah.., bahaya ni". Langsung saja sepatu saya umpetin di dalam bagasi motor, trus saya ganti sendal jepit (he2..., memang senadal ini buat persediaan kalau hujan).

Sesampai di serambi masjid saya perhatikan tingkah 3 anak kecil penyemir sepatu tersebut. Lama-lama hati in menjadi iba, kasihan ya. Ehhh.., dah akhirnya sepatu dalam bagasi saya ambil, kemudian saya serahkan anak-anak tadi.

Sambil meninggalkan anak-anak tadi, saya berjalan masuk ke dalam masjid. Dan terus berpikir, masih ada ya anak yang seperti itu dijaman seperyi sekarang ini. Mungkin kita akan berpikir, ini pasti salh pemerintah yang tidak perhatian kepada wargannya. (kalau kalian mikirnya gmn?)

Setelah dipikir-pikir lagi, seharusnya kita, termasuk saya yang tergugah untuk memberikan sesuatu yang nyata bagi mereka, tidak semata-mata menyalahkan pemrintah.

Nah, sekarang apa ide kita, ide kamu dulu dech?

Rabu, 27 Oktober 2010

Mbah Maridjan Partainya Apa Ya?

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, seperti dilangsir banyak media, Mbah Maridjan, juru kunci gunung Merapi ditemukan meninggal dunia.

Saya coba mencari tema lain terkait sosok yang fenomenal ini. Pas browshing, eh.. ternyata nemu gambar ini. Itu lo, yang saya pasang. Dari situ dapat kita lihat, kira-kira beliau nyontreng apa ya pas pileg kemarin? he2....

Di tengah keseibukannya sebagi juru kunci, beliau juga mengurus Taman Pendidikan Al-Qur'an di rumahnya yang sederhana.

Semoga arwah beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Selasa, 26 Oktober 2010

Gerakan Wakaf Tunai 3 M (Murah Meriah Mudah)

Alhamdulillah sekarang Yayasan Riajlul Qur'an sudah punya kapling tanah yang terletak di jalan Penggung, kelurahan Pakintelan, Gunungpati, Semarang, dengan luas 4448 meter harga permeternya adalah Rp. 100.000,00. Harga yang cukup fantastis di daerah yang cukup strategis. Sehingga dana yang dibutuhkan sejumlah Rp.  444.800.000,00.
Namun kami masih memiliki keterbatasan kemampuan finansial, ditambah dengan mendesaknya pemenuhan kebutuhan pembebasan tanah dalam rangka upaya pembangunan gedung SPA Rijalul Qur'an.  Oleh sebab itu, kami mengharapkan dukungan moril maupun materiil.

Insya Allah tanah ini nantinya akan digunakan untuk berbagi aktifitas Yayasan Rijalul Qur'an. Saat ini yayasan mengelola Sekolah Penghafal Al-Quran Rijalul Qur'an Program Yatim dan Dhu'afa dengan santri usia SMP yang sekarang sudah berjumlah 17 anak dan Program Ma'had Al-Qur'an Mahasiswa.

"Kapan lagi kita bisa beramal jarizah semudah ini, sukup dengan Rp. 100.000, Anda sudah bisa berwakaf 1 meter tanah yang terletak di Kelurahan Pakintelan, Gunungpati, Semarang. Yang insya Allah akan dibangun Sekolah Penghafal Al-Qur'an Rijalul Qur'an" kata pak Aziz, Ketua Dewan Pembina Yayasan Rijalul Qur'an.

Dalam benak kita mungkin masih tergambarkan bahwa ketika ingin berwakaf haruslah orang kaya atau juragan tanah. Tetapi anggapan tersebut ternyata salah, sekarang kita bisa berwakaf, sebagai salah satu amal jarizah isnyaAllah, dengan cukup Murah, Meriah, dan Mudah. Hanya dengan Rp. 100.000, kita sudah bisa berwakaf 1 meter tanah, yang penggunaan sangat mulia insyaAllah, yaitu untuk para penghafal Al-Qur'an dan juga dari kalangan yatim dan dhua'afa. Subhanallah...

Tertarik???
Sekarang saatnya mencari hidup barokah, tunggu apa lagi.
Cara berwakaf:


  1. Datang langsung ke kantor  Jl. Karanglo No.64, Pedurungan, Semarang, Jawa Tengah, telp. (024) 70535050.
  2. Transfer  ke rekening Bank Syariah Mandiri  an. Moch Aziz Muslim dengan nomor rekening 0507021681.


Atau Hubungi  Layanan Jemput Wakaf di 081328052677