Jumat, 21 Januari 2011

Indonesia Nan Dinamis

Sahabatony, banyak cerita sebenarnya jika membicarakn negara ini, Indonesia tercinta, bukan dalam hal berbicara untuk menjelek-jelekkan pemerintah ketika kita coba menyampaiakn hal-hal yang mungkin terkesan tabu. Tetapi kebanyakan orang berprinsip ini adalah bagian dari tugas warga negra, yaitu menyampaikan aspirasi seseuai dengan apa yang dirasa.

Entah negara ini dikuasai oleh siapa, sehingga dinamika yang terjadi cukup signifikan. Isu-isu kenegaraan terus bergulir dari waktu ke waktu.

Awal bulan kita dengar dahsyatnya isu pencalonan capres 2014, ibu negara, Ani Yuhoyono sempat menjadi "hot topic". Saya rasa ini akibat adanya perasaan "keberhasilan" dari pemerintahan SBY, kalau saja SBY masih bisa maju, tentu beliaulah yang akan menjadi figur utama 2014 nanti. Isu rasa "keberhasilan"pun semakin kuat.

Kemudian muncul Gayus, "Andai Aku Gayus" menjadi topik pembicaraan. Banyak yang menanyakan, "serius ga sich pemerintah dalam memberantas korupsi". Karena kita melihat "gegap gempita" pemberantasan korupsi di negara kita.

Nah, yang lagi panas sekarang adalah 18 Kebohongan Pemerintah. Masak sich pemerintah bohong? Karena isu ini masih panas, mari kita lihat terus perkembangannya.

Lagi-lagi Kritik Nyata, Rp. 1000 untuk TKI Kita

Sahabatony, setelah kemarin saya membahas kritik nyata dengan "LPI" sekrang ada kritik nyata lagi yang langsung ditujukan kepada pemerintah. Ditengah genjarnya wacana pemerintah tentang pelayanan bagi para "pahlawan devisa" ini, ternyata ada banyak TKI kita yang terlantar di bawah kolong jembatan di Kendarah, Jeddah, Arab Saudi, sejak tiga tahun lalu.

Hal ini langsung mendapat respon cepat dari para aktivis yang peduli dengan nasib saudara-saudaranya. Aksi penggalangan dana “recehan” ini dilakukan karena lembaga swadaya masyarakat menilai pemerintah tidak peduli dengan nasib TKI. “Kita sudah mendorong terus ke pemerintah, tetapi enggak ada respons. Daripada menunggu mereka, lebih baik kita melakukan hal konkret,” kata Direktur Migrant Care Anis Hidayah ketika dihubungi, Rabu (12/1/2011).

Dana yang dibutuhkan untuk pemulangan para TKI yang telantar itu sekitar Rp 1,7 miliar.


Semoga aksi-aksi yang terlihat dekat-dekat ini menjadikan masukan yang hebat bagi kita semua, terutama pemerintah. Bahwa, dibalik "keberhasilan" kita, tersimpan banyak permsalahan. Tetapi alhamdulillah, masyarakat kita sekarang sudah pandai, dengan cara kritikan lewat aksi nyata. Karena "bekerja untuk Indonesia adalah ibadah"...he2...

Kamis, 20 Januari 2011

Terimakasih Kepada Yayasan Amanah Takaful Jakarta

Sahabatony, alhamdulillah tadi pagi ada telepon dari kantor yang bersal dari Yayasan Amanah Takaful Jakarta. Memang beberapa hari yang lalu kami dari Yayasan Rijalul Qur'an sempat melayangkan beberapa surat yang kami tujukan ke Lembaga-lembaga Amil zakat tingkat nasional. Bu Santi yang langsung mengontak kami langsung bertanya tentang program kami.

Nah, langsung sebagai pengingatan untuk para sahabat semua. Bahwa Yayasan Rijalul Qur'an mempunyai program yaitu Gerakan Wakaf Tunai Rp. 100.000 per satu meter persegi. Ini merupakan kesempatan beramal yang sungguh menabjukan, bayangkan saja, hanya dengan Rp. 100.000 kita sudah mampu memberikan wakaf tanah yang digunakan oleh yatim dan dhu'afa untuk menghafal al-qur'an, subhanallah

Dalam penutup teleponnya bu Santi langsung meminta nomer rekening untuk mentrnsfer sejumlah uang yang nantinya akan digunkan untuk pembebasan tanah tersebut. Terimaksih kepada bu Santi dan team, semoga dapat memberikan kebarokahan untuk kita semua... jazakumullah khoiran jazza

Rabu, 19 Januari 2011

PKS Jalin Komunikasi dengan Komunitas Muslim Inggris

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Dalam rangka meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak ,baik ormas, organisasi politik, LSM, maupun kelompok masyarakat di dalam maupun luar negeri, sejumlah pengurus Partai Keadilan Sejahtera mulai menjalin komunikasi dengan komunitas dan politisi muslim Inggris ,

Siaran pers Humas DPP PKS yang diterima di Jakarta, Rabu (19/1), menyebutkan, silaturahim dengan komunitas dan politisi muslim Inggris itu dilakukan di London, Senin (17/1) malam waktu setempat.

Ketua Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan DPP PKS, Jazuli Juwaini, yang ikut dalam rombongan delegasi PKS itu mengemukakan, jalinan komunikasi tersebut penting karena PKS dapat menyerap dan belajar dari pengalaman berbagai pihak yang telah lebih dulu hadir di tengah-tengah masyarakat dan mengembangkan kerja sama dalam berbagai aspek.

"Dari sisi usia, PKS masih relatif muda. Karena itu, kita perlu belajar dari pengalaman keberhasilan dan kegagalan berbagai pihak dalam melayani masyarakat," kata Jazuli, yang juga anggota Komisi VIII DPR RI.

Dengan begitu, imbuh Jazuli, PKS dapat memilih dan memilah mana hal-hal yang perlu dilakukan dan mana yang tidak dalam penyusunan program kerjanya. "Sekaligus juga untuk mengetahui skala prioritas dari program-program tersebut. "Ini penting untuk pengembangan PKS ke depan," lanjut dia.

Menyinggung soal kerja sama, menurut Jazuli, PKS siap bekerja sama dengan siapa saja yang memiliki kesamaan pandangan. Menurut dia, kerja sama dapat dilakukan dalam berbagai bidang, sosial, politik, maupun ekonomi. Salah satu bentuk kerja sama yang bisa dilakukan misalnya adalah dalam bentuk pelatihan kewirausahaan, pelatihan advokasi di bidang sosial dan politik, serta berbagai bentuk pelatihan lainnya.

Di hadapan komunitas muslim Inggris, Jazuli menyampaikan sejarah singkat perkembangan PKS di Indonesia berikut capaian-capaian politik yang diraihnya. Beberapa yang hadir dari komunitas Muslim Inggris ialah pimpinan Muslim Council of Britain, Muslim Association of Britain, anggota Partai Konservatif, Partai Buruh, anggota House of Lord (Majelis Tinggi), pengurus Islamic Aids, dan sejumlah tokoh Muslim Inggris lainnya.