REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES--Sama seperti keturunan Hispanik lainnya yang telah lebih dulu menjadi Muslim, Gaby Gonzales juga selalu menolak disebut mualaf. Menurutnya, dia tidak berpindah agama, tapi "pulang" pada agama yang dianut nenek-moyangnya. "Saya kembali pada Islam," ujarnya.
Menurutnya, jauh sebelum Islam asuk ke Amerika dan negara lain di dunia, Spanyol telah lebih dulu berada di bawah kekuasaan Islam selama hampir 800 tahun sebelum kerajaan Kristen Moor merebutnya pada tahun 1492. Dan sama seperti mualaf lainnya, ia menghidupkan tradisi masa lalu: memadukan nama Islam dengan nama asli mereka. Namun sehari-hari, ia lebih suka dipanggil dengan nama Islam; nama asli hanya untuk keperluan resmi.
Gaby lahir di Honduras, 20 tahun lalu. Di masa lalu, ia terfokus pada dirinya sendiri. "Saya tidak berpikir tentang orang lain, tentang orang tua saya, hanya saya dan lingkaran teman-teman saya," ujarnya. Sekarang, setiap hari ia berusaha untuk menjadi lebih baik, untuk melakukannya dengan baik, untuk membantu orang lain dan berhenti menjadi egois dan sombong.
Bahkan, ia mempunyai julukan baru di antara teman-teman kuliahnya di jurusan antropologi di Montclair State University: Suster Gaby. Pasalnya, ia kini berjilbab, dan jilbab warna giok hijau adalah favoritnya.
Gaby adalah salah satu dari ribuan Latin yang telah masuk Islam. Mualaf Latin beberapa tahun terakhir memadati banyak mesjid, termasuk beberapa di North Jersey. Bahkan, kini mereka mengorganisasi diri dengan embel-embel "Latino Muslim" dalam nama organisasinya. Bahkan, kini mulai dirintis penerbitan Alquran terjamah bahasa latin dan dai berbahasa Latin.
***
Seperti Hispanik banyak yang memeluk Islam, Gaby berasal dari keluarga Katolik yang saleh. Di Honduras, neneknya selalu memastikan bahwa ia benar-benar mengikuti aturan agama. "Nenekku akan mengamuk kalau aku tidak pergi ke gereja, kalau aku tidak membaca Alkitab hari itu. Akibatnya aku tak pernah berkembang secara alami," ujarnya.
Seperti remaja umumnya, di usia "memberontak", ia kerap berbenturan dengan aturan sang nenek. "Aku selalu stres, melakukan hal-hal saya tidak harus aku lakukan. Bila tersadar, aku akan selalu berdoa 'Tuhan, tunjukkan aku jalan-Mu yang lurus'," ujarnya.
Lepas dari SMA, ia melirik Amerika Serikat sebagai tempat menimba ilmu selanjutnya. Di negeri ini, ia bertemu teman dati berbagai bangsa dengan beragam latar belakang keyakinan.
Namun, ia mengaku hatinya tertambat pada Islam. Ilmu yang dipelajarinya barangkali sedikit banyak menyokong ketertarikannya; khususnya tentang peran Islam di abad pertengahan.
"Saya membaca lebih banyak tentang Islam yang saya ingin tahu. Untuk mengetahui apa yang menyebabkan begitu banyak orang untuk menyerahkan sepenuhnya kepada agama ini. Ketika saya membaca Quran, saya menemukan kebenaran itu berbicara tentang melayani orang lain, menempatkan orang lain terlebih dahulu.." ujarnya. Islam membuatnya merasa berlabuh.
Tapi belajar dari temantemannya yang telah lebih dulu menjadi Muslim, mereka "membayar mahal" untuk berpindah agama; antara lain dibuang keluarga. Mereka juga menjadi bahan ejekan dan peringatan oleh sesama Hispanik, apalagi bagi Muslimah yang bertukar penampilan juga.
Namun hatinya sudah mantap. Dan betapa beruntungnya dia, ketika akhirnya keluarganya menerimanya dengan hangat.
Rabu, 19 Januari 2011
Gaby Gonzales: Amerika Membawa Saya pada Kebenaran Islam
Selasa, 18 Januari 2011
ASEAN Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2030
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Para Menteri Luar Negeri ASEAN sepakat mengusulkan ke para pimpinan negaranya masing-masing untuk menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2030. Demikian kata sumber-sumber diplomatik.
''Menteri-menteri luar negeri yang bertemu di Lombok, Nusa Tenggara Barat, akan menyerahkan rencana formal terperinci untuk disetujui oleh para pemimpin ASEAN ketika mereka bertemu di Jakarta pada 7-8 Mei 2010,'' tulis situs aseanfootball.org.
Ide sebagai penyelenggara tuan rumah bersama Piala Dunia 2030 untuk wilayah ini diusulkan pertama kali oleh Malaysia dalam pertemuan para menteri luar negeri tahunan di Hanoi pada Juli 2010. Menteri Luar Negeri Malaysia, Anifah Aman, mendiskusikan ide itu dengan otoritas olahraga negaranya. Bahkan, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak telah menyetujui usulan tersebut.
Selama pertemuan menteri-menteri keuangan ASEAN baru-baru ini di Kuala Lumpur, Menteri Keuangan Thailand Korn Chatikavanij juga mengangkat ide tuan rumah Piala Dunia. Ide tersebut diterima dengan baik oleh rekan-rekannya.
Menteri Luar Negeri Singapura George Yeo mengusulkan Malaysia bekerja sama dengan Sekretariat ASEAN di Jakarta untuk menyajikan proposal kepada para pemimpin ASEAN untuk persetujuan akhir. Brazil akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014 dengan disusul Rusia 2018 dan Qatar 2022. Tuan rumah Piala Dunia 2026 dan 2030 belum diputuskan.
"Ini merupakan upaya untuk menggunakan olahraga untuk menciptakan sebuah identitas ASEAN," kata sumber Bangkok Post. "Ini merupakan upaya untuk menarik kaum muda (wilayah ini). Ini akan menginspirasi imajinasi ASEAN."
Sumber lain mengatakan,"ASEAN perlu suatu identitas ASEAN. ASEAN secara bersama-sama dan bersaing sebagai blok untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia akan membawa rasa masyarakat yang besar dan identitas bersama."
Seketarian ASEAN akan mengundang ahli dan otoritas sepak bola setempat dan tempat lainnya untuk membantu strategi kelompok untuk penawaran Piala Dunia 2030. Aplikasi ini mungkin menghadapi persaingan dari negara-negara Asia lainnya seperti China yang telah menyatakan keinginannya untuk penawaran menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 2030.
Saat Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memutuskan host Piala Dunia 2030, semua kota ASEAN diharapkan telah membangun stadion dan olahraga dengan standar internasional. Rincian kota yang akan menjadi tuan rumah pertandingan itu masih dirancang.
Usulan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 ini sama pentingnya bagi ASEAN jika disetujui oleh KTT ASEAN pada Mei. Hal ini akan menjadi inisiatif bersama oleh semua negara anggota.
''Menteri-menteri luar negeri yang bertemu di Lombok, Nusa Tenggara Barat, akan menyerahkan rencana formal terperinci untuk disetujui oleh para pemimpin ASEAN ketika mereka bertemu di Jakarta pada 7-8 Mei 2010,'' tulis situs aseanfootball.org.
Ide sebagai penyelenggara tuan rumah bersama Piala Dunia 2030 untuk wilayah ini diusulkan pertama kali oleh Malaysia dalam pertemuan para menteri luar negeri tahunan di Hanoi pada Juli 2010. Menteri Luar Negeri Malaysia, Anifah Aman, mendiskusikan ide itu dengan otoritas olahraga negaranya. Bahkan, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak telah menyetujui usulan tersebut.
Selama pertemuan menteri-menteri keuangan ASEAN baru-baru ini di Kuala Lumpur, Menteri Keuangan Thailand Korn Chatikavanij juga mengangkat ide tuan rumah Piala Dunia. Ide tersebut diterima dengan baik oleh rekan-rekannya.
Menteri Luar Negeri Singapura George Yeo mengusulkan Malaysia bekerja sama dengan Sekretariat ASEAN di Jakarta untuk menyajikan proposal kepada para pemimpin ASEAN untuk persetujuan akhir. Brazil akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014 dengan disusul Rusia 2018 dan Qatar 2022. Tuan rumah Piala Dunia 2026 dan 2030 belum diputuskan.
"Ini merupakan upaya untuk menggunakan olahraga untuk menciptakan sebuah identitas ASEAN," kata sumber Bangkok Post. "Ini merupakan upaya untuk menarik kaum muda (wilayah ini). Ini akan menginspirasi imajinasi ASEAN."
Sumber lain mengatakan,"ASEAN perlu suatu identitas ASEAN. ASEAN secara bersama-sama dan bersaing sebagai blok untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia akan membawa rasa masyarakat yang besar dan identitas bersama."
Seketarian ASEAN akan mengundang ahli dan otoritas sepak bola setempat dan tempat lainnya untuk membantu strategi kelompok untuk penawaran Piala Dunia 2030. Aplikasi ini mungkin menghadapi persaingan dari negara-negara Asia lainnya seperti China yang telah menyatakan keinginannya untuk penawaran menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 2030.
Saat Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memutuskan host Piala Dunia 2030, semua kota ASEAN diharapkan telah membangun stadion dan olahraga dengan standar internasional. Rincian kota yang akan menjadi tuan rumah pertandingan itu masih dirancang.
Usulan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 ini sama pentingnya bagi ASEAN jika disetujui oleh KTT ASEAN pada Mei. Hal ini akan menjadi inisiatif bersama oleh semua negara anggota.
Senin, 17 Januari 2011
Verifikasi Parpol Pemilu 2014 Dibuka Hari Ini
Jakarta, (tvOne)
Hari ini (17/1) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mulai membuka pendaftaran untuk verifikasi Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu 2014. "Silakan Parpol sesuaikan (jadwal pendaftaran), jangan sampai Kementerian Hukum dan HAM disalahkan, karena kami hanya melaksanakan perintah Undang-Undang. Semua sama harus mendaftar, mau Parpol kecil atau besar, Parpol lakma atau baru semua harus mendaftar," kata Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurut Patrialis, pembukaan pendaftaran baru dilakukan 17 Januari 2011 karena revisi UU Parpol sendiri baru disahkan pada Sidang Paripurna DPR RI pada 17 Desember 2010 lalu, sehingga paling tidak butuh satu bulan UU tersebut efektif berlaku.
Rencananya, menurut dia, Kemenkumham akan menutup pendaftaran verifikasi parpol sekitar pertengahan bulan Agustus, atau paling cepat penutupan dilakukan pertengahan Juli 2011. Sehingga 1 Oktober hasil verifikasi parpol sudah dapat diumumkan sebelum didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). (Ant)
Hari ini (17/1) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mulai membuka pendaftaran untuk verifikasi Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu 2014. "Silakan Parpol sesuaikan (jadwal pendaftaran), jangan sampai Kementerian Hukum dan HAM disalahkan, karena kami hanya melaksanakan perintah Undang-Undang. Semua sama harus mendaftar, mau Parpol kecil atau besar, Parpol lakma atau baru semua harus mendaftar," kata Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurut Patrialis, pembukaan pendaftaran baru dilakukan 17 Januari 2011 karena revisi UU Parpol sendiri baru disahkan pada Sidang Paripurna DPR RI pada 17 Desember 2010 lalu, sehingga paling tidak butuh satu bulan UU tersebut efektif berlaku.
Rencananya, menurut dia, Kemenkumham akan menutup pendaftaran verifikasi parpol sekitar pertengahan bulan Agustus, atau paling cepat penutupan dilakukan pertengahan Juli 2011. Sehingga 1 Oktober hasil verifikasi parpol sudah dapat diumumkan sebelum didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). (Ant)
Minggu, 16 Januari 2011
2011, Saatnya Stop Kebohongan Pemerintah
JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga detik ini, kantong-kantong kemiskinan sangat mudah ditemukan di tanah air. Maraknya pengrusakan lingkungan dan pelanggaran hak azasi manusia (HAM) menyebabkan kemiskinan tersebut kian bertambah akut.
Marilah kita canangkan tahun 2011 ini sebagai tahun perlawanan kebohongan.
-- Romo Benny
Kenyataan itu merupakan sebuah penghianatan pemerintah yang harus segera dihentikan. Demikian pernyataan terbuka tokoh-tokoh lintas agama yang disampaikan di Kantor PP Muhamadiyah, Jakarta, Senin (10/1/2011).
"Kami mengimbau kepada elemen bangsa, khususnya pemerintah, untuk menghentikan segala bentuk kebohongan publik," ujar Romo Benny Susetyo saat membacakan pernyataan bersama tersebut.
Selain itu, para tokoh lintas agama sepakat, bahwa sistem ekonomi neo liberalisme yang dijalankan pemerintah telah gagal meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,8 persen.
"Rakyat kecil tidak pernah merasakan keadilan dari pertumbuhan ekonomu semu itu. Ini berlawanan dengan tuntutan Pasal 33 UUD 1945," lanjut Romo Benny.
Ekonomi Indonesia, kata Romo Benny, sudah keluar dari jalur Undang-Undang Dasar (UUD). Kecenderungan pasar bebas dalam sistem ekonomi Indonesia dinilai sebagai penghianatan terhadap pembukaan UUD 1945. Kondisi tersebut, lanjutnya, diperburuk oleh sikap pemerintah yang masih mengedepankan pencitraan.
"Dan, terindikasi berpura-pura, tidak satu antara kata dan perbuatan," katanya.
Pemerintah, selama ini dinilai hanya berpura-pura dalam menegakkan hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), memberantasa korupsi, serta menjaga lingkungan hidup, dan kekayaan Indonesia.
"Marilah kita canangkan tahun 2011 ini sebagai tahun perlawanan kebohongan," pungkas Romo Benny.
Pernyataan tersebut dinyatakan bersama tokoh lintas agama yang antara lain adalah Syafii Maarfi, Andreas Yewangoe, Din Syamsuddin, D. Situmorang, Bikkhu Pannyavaro, Shalahuddin Wahid, dan I Nyoman Udayana Sangging.
Marilah kita canangkan tahun 2011 ini sebagai tahun perlawanan kebohongan.
-- Romo Benny
Kenyataan itu merupakan sebuah penghianatan pemerintah yang harus segera dihentikan. Demikian pernyataan terbuka tokoh-tokoh lintas agama yang disampaikan di Kantor PP Muhamadiyah, Jakarta, Senin (10/1/2011).
"Kami mengimbau kepada elemen bangsa, khususnya pemerintah, untuk menghentikan segala bentuk kebohongan publik," ujar Romo Benny Susetyo saat membacakan pernyataan bersama tersebut.
Selain itu, para tokoh lintas agama sepakat, bahwa sistem ekonomi neo liberalisme yang dijalankan pemerintah telah gagal meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,8 persen.
"Rakyat kecil tidak pernah merasakan keadilan dari pertumbuhan ekonomu semu itu. Ini berlawanan dengan tuntutan Pasal 33 UUD 1945," lanjut Romo Benny.
Ekonomi Indonesia, kata Romo Benny, sudah keluar dari jalur Undang-Undang Dasar (UUD). Kecenderungan pasar bebas dalam sistem ekonomi Indonesia dinilai sebagai penghianatan terhadap pembukaan UUD 1945. Kondisi tersebut, lanjutnya, diperburuk oleh sikap pemerintah yang masih mengedepankan pencitraan.
"Dan, terindikasi berpura-pura, tidak satu antara kata dan perbuatan," katanya.
Pemerintah, selama ini dinilai hanya berpura-pura dalam menegakkan hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), memberantasa korupsi, serta menjaga lingkungan hidup, dan kekayaan Indonesia.
"Marilah kita canangkan tahun 2011 ini sebagai tahun perlawanan kebohongan," pungkas Romo Benny.
Pernyataan tersebut dinyatakan bersama tokoh lintas agama yang antara lain adalah Syafii Maarfi, Andreas Yewangoe, Din Syamsuddin, D. Situmorang, Bikkhu Pannyavaro, Shalahuddin Wahid, dan I Nyoman Udayana Sangging.
Langganan:
Postingan (Atom)