Kamis, 09 September 2010

Tahanan Palestina Ubah Penjara Israel Jadi Pusat Tahfidz Al-Qur’an

dakwatuna.com – Para tahanan Palestina berusaha benar-benar menghabiskan hari-hari mereka di balik jeruji pendudukan Israel. Mereka mungkin mengalami beragam tindakan represif dan pelecehan oleh sipir penjara Israel. Tapi ternyata mereka berhasil mewujudkan banyak keistimewaan melalui ragam inovasi yang mereka lahirkan, terutama di bulan Ramadan.

Yang paling menonjol adalah keistimewaan mereka dalam hal interaksi dengan Al Quran selama bulan Ramadhan. Sebagian besar tahanan memanfaatkan detik demi detik di bulan suci di penjara, untuk memperbanyak interaksi dengan Al Quran, membaca, menghafal, belajar tajwid dan tilawah, memperdalam isi Al Quran. Jadilah, penjara-penjara Israel itu sebagai pusat-pusat pendidikan dan penghafalan Al Quranul Karim. Subhanallah.

Seorang tahanan bernama Abu Muaz (52 tahun) berbicara melalui telepon kepada Islamonline, “Para tahanan di sini berusaha mengisi waktu mereka dengan apapun yang berguna, ini merupakan tantangan antara napi dan sipir penjara. Karena kami ditangkap dan dipenjara dengan tujuan memberi kehidupan psikologis yang ditekan. Tapi keinginan mereka itu tidak berhasil.”

Dia menambahkan, bahwa para tahanan Palestina memiliki jadwal atau program o lah raga, kajian ilmu pengetahuan, kajian keagamaan yang bias dimanfaatkan secara baik oleh para tahanan, sehingga mereka mampu membina kepribadian dan kapasitas ilmu. “Khususnya di bulan Ramadhan, kami memiliki agenda khusus yang fokusnya adalah menghafal Al Quranul Karim,” jelas Muaz.

Perjalanan hari demi hari menghafal Al Quran di bulan Ramadhan ini bagi para tahanan benar-benar menjadi suplai energi yang menjadikan mereka lebih memiliki lipat ganda kesabaran melewati hari hari tahanan. Muaz menjelaskan, “Beberapa waktu lalu kami mengalami kesulitan untuk menghafal Al Quran, tapi di bulan ini kami rasakan perubahan yang luar biasa dibanding bulan bulan lain,” ujarnya.

Seorang tawanan lain bernama Lut Muhammad, mengaku telah menyelesaikan hafalan Al Qurannya sebanyak 30 juz hanya dalam waktu 4 bulan, di penjara Israel. Kepada Islamonline, ia mengatakan, “Mulanya saya menghafal beberapa juz saja sebelum dipenjara. Tapi kondisi di sini mendorong dan menciptakan suasana kondusif untuk menghafal lebih cepat hingga saya berhasil hafal Al Quran dalam 4 bulan, terutama di bulan Ramadhan” kisahnya.

Penting diketahui, program penghafalan Al Quran di penjara Israel ini pada tahun 2009 lalu telah melahirkan 73 orang hafiz Al Quran dengan ijazah sanad 30 juz. Selain itu ada 299 tahanan juga yang memperoleh ijazah tajwid.

Republika OnLine » Dunia Islam » Islam Mancanegara Pendeta Terry Jones akan Bakar Alquran dalam Api Unggun

REPUBLIKA.CO.ID,GAINESVILLE--Pendeta gereja evangelis di Gainesville, Florida, Terry Jones, bersikeras melanjutkan rencana gilanya untuk membakar Alquran pada saat peringatan tragedi runtuhnya menara kembar WTC pada 11 September. Para pengikutnya sudah mengumpulkan Alquran yang akan dibakarnya dalam sebuah api unggun.


Meskipun Jones mendapatkan protes dan kecaman dari banyak pihak di Amerika, dia tak mau mempedulikan itu. Dia menolak permintaan agar membatalkan rencana yang akan dilakukan pada Sabtu lusa itu. Pemimpin Dove Outreach Center ini mengaku telah mendapatkan ancaman pembunuhan lebih dari 100 kali setelah mengutarakan rencana tersebut pada Juli lalu. Karena itu, dia kini terus membawa pistol kaliber 0,40 milimeter di pinggangnya untuk berjaga-jaga.

Jones merupakan pendeta dari sebuah gereja kecil di Gainesville. Dia diperkirakan hanya memiliki 50 orang pengikut. Menurutnya, para pengikutnya telah mengirimkan salinan Alquran ke gereja untuk dibakar dalam sebuah api unggun.

Pendeta Jones dikenal sebagai sosok Islamphobia. Sebelumnya tahun lalu, dia juga berbuat ulah dengan memasang tulisan di depan gerejanya yang melecehkan Islam. Dalam tulisan itu, dia mengatakan Islam sebagai setan. Kali ini, rencananya untuk membakar Alquran telah menarik perhatian publik lebih luas.

Menurut Jones, Alquran itu jahat karena isinya mengajak kegiatan radikal dan kekerasan di kalangan umat Islam. Baginya, kebenaran itu hanya ada di Alkitab. ''Sulit bagi orang untuk mempercayainya, tapi kami benar-benar telah dipanggil untuk membawa pesan ini keluar,'' ujarnya.

Dove Outreach Center merupakan gereja independen dari dominasi apapun. Gereja Pantekosta itu mengikuti tradisi yang mengajarkan bahwa Roh Kudus bisa memanifestasikan dirinya di zaman modern ini. Gereja Pantekosta ini sering melihat dirinya sebagai sedang terlibat dalam peperangan rohani melawan pasukan setan.

Selasa, 07 September 2010

Tiba-tiba Semua Tampak Sempurna

KABANJAHE, KOMPAS.com - Senin (6/9) pukul 10.00, sebelum Gunung Sinabung meletus lagi Selasa pagi pukul 00.40. Suasana Posko Utama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karo yang terletak di Pendopo Kabanjahe itu begitu berbeda dari hari-hari biasanya. Pajangan foto letusan Gunung Sinabung menyambut siapa pun yang datang.

Di sudut lain, tampak citra satelit Gunung Sinabung menempel pada papan seukuran 1,5 meter kali 2,5 meter. Imaji itu dilengkapi dengan benang- benang sebagai penjelas posisi desa-desa yang harus dikosongkan sejak Sinabung Meletus. Warnanya pun dibuat sedemikian menarik sehingga ramah di mata pelihatnya.

Di sekeliling pendopo itu berdiri papan serupa yang berisi data tentang Gunung Sinabung, mulai dari citra satelit itu tadi, kegiatan pejabat, jumlah pengungsi, jumlah bantuan, tenaga sukarela, sampai perkembangan mutakhir aktivitas Gunung Sinabung. Panitia berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono nanti berkehendak untuk keliling pendopo melihat-lihat pajangan yang telah disiapkan selama tiga hari itu

Papan-papan itu mengelilingi puluhan kursi empuk yang disiapkan khusus untuk menyambut rombongan Presiden. Sebelumnya, di pendopo hanya tersedia kursi plastik. ”Sudah berkali-kali kami atur kursinya. Masih saja ada yang harus diubah. Banyak orang, banyak maunya. Pokoknya semua harus terlihat sempurna di mata masing-masing,” kata Kepala Bidang Humas Kabupaten Karo Johnson Tarigan.

Semua pengunjung pun diminta untuk tidak mengaktifkan telepon seluler selama Presiden berpidato. Katanya, Presiden tidak suka ada orang yang sibuk mengirim SMS atau menerima telepon saat dia tengah memberikan sambutan. ”Tolong itu diperhatikan,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Karo Makmur Ginting.

”Saat Bapak Presiden datang, semua harus duduk. Jika tidak kebagian kursi, harus menyesuaikan. Maksudnya, harus keluar pendopo,” ujar seorang anggota TNI menambahkan penjelasan Makmur.

Presiden pun datang beserta rombongan. Bupati Karo Daulat Daniel Sinulingga membacakan laporannya yang telah dihapalkan sejak dua hari sebelumnya. Setelah itu, Presiden memberikan sambutan selama sekitar 15 menit. Setelah itu, Presiden langsung meninggalkan pendopo tanpa melihat-lihat pajangan foto, peta, maupun data yang telah ditata panitia sedemikian rupa itu.

”Lebih lama persiapannya daripada kedatangan Presiden. Lagi-lagi, kamilah yang capek membereskan semua ini,” kata seorang petugas yang langsung mengganti kursi empuk itu dengan kursi plastik seperti sebelumnya. (MHF)

Pasar Menggiurkan, Ramai-ramai Bisnis Daging Halal di Prancis

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS--Umat Muslim di Prancis kini akan semakin mudah untuk mendapatkan makanan halal. Pasalnya, pasar produk halal, khususnya daging, tumbuh pesat di Prancis dalam beberapa bulan terakhir.

Pekan ini jaringan restoran hidangan siap saji, Quick, mengumumkan 22 dari restorannya kini akan menyuguhkan daging halal saja. Quick merupakan jaringan restoran burger peringkat kedua di Prancis setelah McDonald.

Quick telah mengujicoba memasarkan daging halal di delapan restoran dalam sembilan bulan terakhir. Langkah itu mengundang kecaman dari beberapa politisi dan intelektual yang khawatir bahwa nilai-nilai sekuler Republik Prancis dikhianati.

Tapi, makanan halal sudah menjadi bisnis besar di Prancis, dan dengan tumbuh pesat. Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di Benua Eropa, sekitar enam juta jiwa, pasar produk halal bernilai 5,5 miliar euro, atau sekitar dua kali nilai pasar makanan organik.

Meski burger yang disajikan di Quick benar-benar halal, para pakar meragukan seberapa banyak yang dijual di tempat lain halal.

Rachid Bakhalq, pemilik supermarket halal di Nanterre, pinggiran utara kota Paris, mengatakan, pasar dibanjiri produk palsu. ''Delapan puluh persen produk halal berbasis daging sama sekali tidak halal,'' katanya, Senin (6/9).

Ketika ditanya bukti yang dia miliki untuk mendukung pernyataannya, Bakhalq mengatakan, di pasar grosir yang dia datangi di luar Paris, ada orang yang siap memberikan stempel pada apa pun. ''Hanya karena mereka punya uang, mereka mengutip 15 sen per kilo untuk membubuhkan stempel ke produk apa pun yang Anda kehendaki distempel halal,'' cetusnya. Klaim semacam ini umumnya diakui oleh banyak warga Muslim.

Abbas Bendali, seorang ahli pemasaran yang mengkhususkan diri pada produk etnis dan minoritas, mengatakan, masalahnya adalah bahwa ada begitu banyak organisasi yang terlibat dalam sertifikasikan produk halal.

''Di Prancis hari ini, ada hampir 50 organisasi yang mengeluarkan sertifikasi daging halal,'' ujar Bendali. ''Masuk akal bahwa untuk pasar yang akan bernilai 5,5 miliar euro pada tahun 2010, mestinya hanya ada satu sertifikasi. Itulah yang dikehendaki konsumen, dan itulah yang dikehendaki industri.''

Para pejabat di beberapa masjid di Paris mengatakan bahwa dengan sumber daya terbatas dan beragam organisasi yang terlibat, sulit untuk memastikan bahwa ada tenaga berkualifikasi bertugas sepanjang waktu untuk memantau semua hewan yang disembelih sesuai dengan ketentuan Islami.

Pimpinan sebuah masjid besar di Lyon, Kamel Kabtanedan yang bertanggung jawab atas isu halal di Dewan Muslim Prancis, mengatakan kepada koran Le Parisien bahwa pemeriksaan tidak cukup ketat untuk 40-50 persen produk yang dijual dengan label halal Prancis.

Dewan itu berniat memperkenalkan piagam nasional yang akan ditandatangani seluruh masjid dan organisasi yang terlibat dalam sertifikai daging halal. Semoga lekas terlaksana, amin.